Pertumbuhan Program Gelar Online di Filipina

Program gelar online pertama kali ditawarkan di Filipina pada awal 90-an di mana terdapat pertumbuhan yang stabil dalam jumlah institusi negara dan swasta di negara tersebut. Itu juga selama periode ini ketika Komisi Pendidikan Tinggi (CHED), salah satu dari tiga organisasi pemerintah yang mengoperasikan sistem pendidikan di negara ini, mendorong banyak lembaga pendidikan untuk menawarkan program pembelajaran jarak jauh. Langkah ini dipicu oleh pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendaftaran di pendidikan tinggi selama beberapa tahun terakhir.

1990-an – Bangkitnya Universitas Terbuka

Salah satu Institusi Pendidikan Tinggi (IPT) terkenal yang menawarkan program gelar online di negara ini adalah Universitas Terbuka Filipina (UPOU), yang didirikan pada tahun 1995. OPOU adalah pelopor pembelajaran terbuka dan pendidikan jarak jauh di Filipina. Universitas terbuka terkenal lainnya di negara ini adalah Universitas Terbuka Politeknik Filipina (PUPOU). PUPOU mulai menawarkan program gelar online pada tahun 1990. Asian Institute of Distance Education (AIDE) adalah salah satu dari empat penyedia pembelajaran jarak jauh yang diakui pemerintah di negara yang menawarkan gelar akademik penuh. Perintis program gelar online lainnya adalah University of Santo Tomas (UST), University of Ateneo de Manila (ADMU) melalui Program Akses e-Learning, dan University of Dela Salle (DLSU). Program online yang ditawarkan oleh universitas online ini antara lain program sarjana, program sertifikat pascasarjana, program pascasarjana, program magister dan program doktor.

2000-an – Kemajuan Teknologi di Institusi Pendidikan Tinggi

Pasar eLearning mulai muncul di Filipina pada awal 2000-an. Namun, kursus online yang ditawarkan pada saat itu terbatas pada sertifikat dan pelatihan kejuruan. Instansi pemerintah yang membantu memfasilitasi program online ini adalah Technical Education and Skills Development Board (TESDA). Hari ini, TESDA menawarkan berbagai kursus online di bidang IT, Pariwisata, Elektronik, Otomotif, HVAC, dan Pertanian di bawah apa yang disebut Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Teknis (TVET). Meskipun program ini hanya menyediakan program Diploma dan Sertifikat, TESDA memiliki program jenjang dari program-program tersebut ke program gelar.

Pada awal milenium, teknologi internet mulai mendapatkan momentum dalam sistem pendidikan Filipina. Kemajuan teknologi ini telah membuka jalan bagi munculnya lebih banyak perguruan tinggi negeri dan swasta yang menawarkan kursus online. Menurut penelitian, jumlah pengguna internet meningkat sekitar 291% pada periode 2000-2006, atau setara dengan 7,82 juta orang. Menurut Portal Statistik ICT Filipina, langganan telepon seluler meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun 2006 hingga 2011 dan langganan broadband tetap lebih dari empat kali lipat selama periode waktu yang sama. Menurut StateUniversity.com, berbagai situs web publik dan swasta juga telah muncul untuk menyediakan program dan layanan online kepada siswa di tingkat tersier. Lembaga tersebut antara lain Institut Sains dan Teknologi Lanjutan, Kodiko Online, 2StudyIt.com, Education Foundation for Life, Estudyante.com, FAPENET, Gurong Pahinugod, dan Iskolar.com.

2010 – Dampak Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Program Pendidikan Tinggi

Menurut Business World Online, ada hampir 2.300 HEI di Filipina dan 1.259 di antaranya menawarkan gelar bisnis pada tahun 2012. Menurut CHED, pendaftaran pendidikan tinggi mencapai 3,3 juta pada tahun yang sama. Berdasarkan Courses.com.ph, saat ini banyak sekali program pascasarjana di Filipina yang dapat diambil secara online dari berbagai HEI baik negeri maupun swasta. Ini adalah kursus online dalam pendidikan, manajemen dan administrasi publik, pertanian, media dan komunikasi, kesehatan dan ilmu terkait, studi komputer, bisnis, serta arsitektur dan teknik.

Program Kesetaraan dan Akreditasi Pendidikan Tersier yang Diperpanjang (ETEEAP) dapat dianggap sebagai salah satu keberhasilan besar dalam meningkatkan penawaran program gelar online di Filipina. Di bawah program ini, siswa yang menargetkan gelar sarjana dapat menyelesaikan studi mereka dalam waktu sekitar satu tahun atau lebih dan mereka juga memiliki pilihan untuk mengambil program online dari perguruan tinggi dan universitas online yang diakui.

Didorong oleh pertumbuhan ekonomi, semakin banyak HEI yang menawarkan program gelar online untuk mahasiswa Filipina dan internasional di seluruh negeri saat ini. Dan dengan program pendidikan yang ditawarkan oleh TESDA dan CHED, diharapkan program gelar online di tanah air akan terus mengalami pertumbuhan yang lebih besar di tahun-tahun mendatang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *